Singgah di sebuah pertokoan di Tangerang yang lumayan agak ramai.
tiba mata tertuju pada seorang anak kecil, usia sekitar...yaa.. 6-7 tahunan, sedang asyik bermain dengan gadgetnya.
sesekali bergumam sendiri, terkadang sedikit berteriak karena kepolosan dalam bermain games kesukaannya.
jari lentik nya pun menari lincah bak pemain games profesional ๐.
tak lama kemudian orangtua nya-pun menghampiri untuk menyudahi permainan karena telah selesai berbelanja pula.
Lalu, hal menarik apa yang bisa saya petik dari kejadian tersebut.
Jelas bahwa kecanggihan era teknologi dan digital sekarang sudah benar-benar dalam titik "High Presure".
kira-kira seperti itu, kenapa demikian?
mau tidak mau atau suka tidak suka memang kita harus hadapi, menandakan bahwa ada peralihan generasi yang lebih canggih dari sebelumnya, inilah kenyataan.

Efek 'presure' nya-pun bukan hanya berimbas pada orang dewasa, bahkan sudah melanda pada anak-anak umumnya.
Lalu apakah dengan opini tersebut teknologi menjadi tabu?? tentu sร ja tidak! selagi memang ada manfaat yang bisa dirasakan oleh khalayak.
boleh jadi ada yang mengatakan bahwa kecanggihan perangkat teknologi bagaikan 'senjata'..kenapa?
Karena bisa jadi kecanggihan tekhnologi disalah gunakan untuk hal-hal yang merugikan orang lain oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Jadi semua hanya tinggal siapa orang yang ada dibaliknya? dan niat utamanya?
Semua tergantung pada " who man behind the gun!". Lantas bagaimana dengan penilaian anda?
saya mencoba menimbang dari dua sisi saja walaupun penjabaran saya ini boleh dikatakan tidak lengkap dan tidak komprehensif. (silahkan anda nilai dan jabarkan sendiri๐).
Saya hanya membagi dua sisi saja, yaitu sisi Positif dan Negatif
A. Positif
Teknologi online dan digital memudahkan?
Saya jawab 'iya, benar!'
...kenapa?
Sisi positifnya, salah satunya adalah memberikan kemudahan, sebut saja kita di buat dimanjakan dengan maraknya varian produk kebutuhan dalam berbelanja online, baik itu produk fisik maupun nonfisik (produk digital).
Kalau boleh cerita sedikit, dahulu untuk membeli sepotong pakaian atau kebutuhan lainnya kita harus berjalan puluhan meter bahkan kiloan meter untuk menuju pasar konvensional, betul gak ?
tetapi sekarang hanya dengan download aplikasi marketplace di smartphone...wusss..!! seperti sulap, barang pesanan anda sudah ada di depan mata dengan diantar kurir yang tersenyum lebar (woow emejing ๐)...mudah bukan?
dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lainnya.
Itu baru satu dari ribuan alasan positifnya dalam mengenal dunia internet dan digital.
B. Negatif
Kemudahan atas segala apa yang diberikan pada contoh diatas apakah serta merta selalu ditanggapi positif ?
tidak juga!..kenapa?
Karena ada juga sebagian orang menganggap dibalik segala kemudahan itu hanya membuat mereka menjadi malas bergerak (mmm...ada benarnya juga sih.๐), lalu gak mau kenal orang misalnya, lebih banyak waktu dengan gadget ketimbang bersosialisasi.
Ayooo ngaku?๐
Tentang hubungan kepedulian sosial dan humanity makin mengikis menjadi sorotan tersendiri. Coba aja anda perhatikan.
Contoh kasus,
ketika kita membeli suatu barang di pasar konvensional dengan hiruk pikuknya
Secara tidak sadar telah terjadi kontak atau kedekatan emosional dan keterikatan visualitas
kepedulian sosial-pun terjadi dimana pembeli dan penjual saling bertemu dengan ramah
terlihat komunikatif di antara mereka di lingkungan nyata, dengan berbagai latar belakang
juga senyuman 'real' selalu menghiasi setiap transaksi hampir tak ada jarak diantara keduanya
tumbuhnya kepercayaan menjadikan suatu nilai lebih dari suatu hubungan sosial kemasyarakatan
Dan pada akhirnya nilai-nilai tersebutlah yang minus di dalam komunikasi di dunia maya.
Jadi jelas di era milenial sekarang kita dituntut untuk memahami dan mempelajarinya, bukan hanya sekedar menikmati kemudahan, tetapi meyakini dengan benar dampak sosialnya juga.
harus selalu dijadikan perhatian!
Mudah-mudahan dengan makin maraknya dunia digital di era milenial sekarang makin menambah khazanah keilmuan kita untuk bergerak lebih maju dan mampu bersaing secara sehat baik skala lokal maupun internasional.
So...jadilah generasi milenial yang arif dan bijak dalam menyikapi perubahan zaman, khususnya di era digital seperti sekarang.
by admin




